Antara Cinta, Tasbih dan Alam Semesta

Meski bukan film mania dan tidak terlalu mengikuti perkembangan dunia film Indonesia, bukan berarti saya gak suka film lho, saya dan suami suka nonton bareng di rumah, biasanya sih film kartun Kungfu Panda atau Avatar yang udah bolak balik ditonton sama anak-anak. Prinsip kami, nonton film untuk rilex dan refreshing jadi kita suka film bertema ringan dan menghibur. Biar pikiran santai dan bisa diobrolin juga sama anak-anak. Nah, diantara beberapa film yang saya tonton, ada beberapa yang suka keingetan, kepikiran dan menyadari betapa hidup ini penuh teka-teki sehingga salah satu rukun iman adalah iman kepada qodho dan qodar. Yakin terhadap ketentuan Allah. Ada sebuah film yang kebetulan temanya religi yang menurut saya pesan yang disampaikan begitu bermakna dan penuh arti. Yaitu Ketika Cinta Bertasbih

Sumber: Wikipedia

Pasti udah pada tau ya film ini, dan tentu udah pada tau ceritanya dimana mahasiswa Indonesia yang kuliah di Mesir bernama Abdullah Khoirul Azzam, bekerja keras sebagai penjual tempe. Sejak ayahnya meninggal, ia sangat bertanggung jawab dan mencintai ibu dan kedua adiknya. Meski cerdas namun ia merelakan sebagian besar waktunya untuk bekerja menghidupi dirinya, dan ibu serta adik-adiknya di Solo. Baginya, waktu belajar sangatlah dirindukan. Ia menaruh hati pada muslimah putri Kyai Lutfi yang menuntut ilmu di tempat yang sama bernama Anna Althafunnisa, namun Anna memilih menerima Fuqon, teman Azzam yang memiliki status sosial lebih tinggi. Anna pun menikah dengan Furqon. Pernikahan Anna dan Furqan berlangsung dan mereka hidup dengan baik. Begitu juga pada Azzam, setelah Anna menikah, ibunya menyuruh agar Ia segera mencari pasangan hidup, dan Azzam pun mencari pendampingnya. Banyak wanita yang sudah dilamarnya, tapi selalu ada saja yang tidak cocok untuk dirinya, hingga suatu saat lamaran diterima seorang wanita dan hampir terjadi akad, harus terputus karena suatu kecelakaan yang menyebabkan Ibunya meninggal dan Ia lumpuh untuk beberpa waktu yang cukup lama. 

Setelah menikah, Furqon menceritakan pada Anna bahwa dirinya terkena HIV sehingga tidak pernah menyentuh Anna dan memberi kebebasan untuk Anna (cerai). Mereka pun berpisah.
Azzam yang lumpuh setelah kecelakaan itu telah sembuh seperti semula, Ia mendatangi kiai Lutfi mohon bantuan mencarikan jodoh yang tepat sesuai permintaan Ibunya dulu. Kiai Lutfi lalu menceritakan seorang wanita yang dicerai suaminya karena suatu hal dan wanita itu masih perawan, yang diharapkan kiai Lutfi sendiri agar dapat diterima Azzam. Tanpa disadari Azzam Ia menerima tawaran Kiai Lutfi, agar menerima wanita itu menjadi istrinya, Azzam sangat senang begitu tahu kalau wanita yang diceritakan itu adalah orang yang pernah dicintainya yaitu Anna Althafunnisa, begitu juga sebaliknya Anna sangat senang karena Ia juga menjadi istri dari orang yang dulu sangat diharapkannya, atau cinta pertamanya.

Berkaca pada cerita ini, sang penulis novel yaitu Habiburahman elshirazy,  seolah menyampaikan pesan bahwa bila berjodoh pasti akan bertemu. Bila sudah ditakdirkan Allah, yang jauh menjadi dekat, yang dekat menjadi jauh. Hidup, mati, rezeki, dan jodoh sudah ditetapkan Allah. Masing-masing sudah memiliki bagiannya. Dan kenapa cinta bertasbih? Tasbih adalah salah satu dzikir menyebut asma Allah yaitu subhanallah, Maha Suci Allah. Bila kita ingat tasbih yang sering digunakan untuk berdzikir, biasanya berjumlah 11 atau 33 untuk menggunakan tasbih, kita berdzikir dari ujung ke ujung. Begitu pula kehidupan, sebelum bertemu jodoh, seringkali manusia lebih dulu "berputar" dari satu pengalaman hidup ke pengalaman hidup lain, hingga tiba saatnya Allah mempertemukan dengan jodohnya. Begitupun dengan rezeki, ada orang yang dimudahkan Allah, ada yang tampak sulit dan harus berjuang terlebih dahulu.



Sebagaimana bentuk tasbih yang melingkar mengingatkan saya pada ibadah Thawaf, yang merupakan salah satu rukun haji yang memiliki makna yang dalam. Bergerak mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, memiliki makna setiap gerak hidup manusia, bukan untuk diri sendiri melainkan terjadi dan menuju Allah SWT. Putaran thawaf sebanyak 7 kali menunjukkan putaran terjadinya kisaran waktu, siang dan malam. Hari yang berganti, waktu yan berlalu, dari manusia dilahirkan hingga diwafatkan semua terjadi dalam peputaran waktu.

Thawaf. Sumber: WisataHaji

Jangankan cinta yang bertasbih, seluruh alam semestapun bertasbih. Setiap benda tersusun dari atom. Termasuk tubuh kita. Atom terdiri atas sebuah inti atom dan beberapa elektron. Seluruh elektron di dalam atom bergerak mengelilingi inti atom persis seperti tawaf mengelilingi Ka’bah! Subahanallah! Jagad raya (makro cosmos) juga semua bertawaf mengelilingi pusatnya masing-masing. Bulan bertawaf mengelilingi bumi. Bumi bertawaf mengelilngi matahari. Matahari bertawaf mengelilingi pusat galaksi. Subhanallah! Semua makhluk yang ada di jagad raya ini bertawaf (taat) kepada Allah SWT. Ini adalah sunnatulloh yang telah diatur oleh-Nya. 

Alam semesta. Sumber: Tilulas

Planet-planet termasuk matahari, berjalan pada rotasinya dengan berputar dari kanan ke kiri, terbalik dengan arah jarum jam. Bahkan, galaksi Bimasakti pun berjalan dari kanan ke kiri, elektron-elektron juga demikian. Mari kita perhatikan juga fakta ilmiah yang terjadi didalam tubuh kita, darah bersirkulasi dari jantung ke seluruh tubuh dari arah kanan ke kiri. Jadi, alam raya seakan melakukan tawaf kepada Penciptanya. Tawaf adalah gerakan dan perputaran yang merupakan sunnatulloh yang berlaku di alam raya ini. Seluruh alam bertawaf dan bertasbih kepada Sang Pencipta, kemudian hal itu disebut gerak atau rotasi, itulah tawaf.

Allah SWT berfirman :
“Tidak ada satu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak memahami tasbih mereka” (QS. Al Isra: 44)

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imron 190-191)

Kenapa Azzam seolah tampak sulit mendapatkan jodoh, kenapa Anna yang sudah bahagia bersama Furqon lalu ditakdirkan berpisah, itu adalah skenario Allah untuk menyatukan Azzam dan Anna. Saya sering ngobrol dengan suami tentang proses pertemuan kita yang unik. Kita tidak pernah sealmamater. Suami dari Jawa tengah bagian utara, saya dari bagian selatan, bagaimana ketemunya? Itu yang sering ditanyakan orang-orang. Dan uniknya, dulu tahun 2003 saat masih SMU, ternyata suami pernah ke pesantren tempat saya belajar, mewakili pesantrennya dalam rangka Haflah Khotmil Qur'an. Mungkin saja, saat itu kami berpapasan tanpa saling memandang. Seperti layaknya lalu lalang orang yang kita temui.
Dan, dalam kurun waktu yang sama, saya diajak bapak dan ibu ke Semarang, menengok kakak yang kuliah di sana. Kami istirahat di Masjid Kauman, tempat dimana suami biasa menghafal Qur'an. Mungkin saja saat itu kami bertemu tanpa tahu dan menyangka bertahun-tahun kemudian Allah mempertemukan dan mempersatukan kami dengan caraNya yang indah dan unik

Kami juga sering kilas balik, kok bisa ya kami tinggal di Wonosobo, dan saya sama sekali tidak menyangka anak saya akan bersekolah di TK, dimana TK tersebut berada persis di depan pesantren tempat saya dulu menimba ilmu. TK yang 12 tahun lalu biasa saya lewati begitu saja, kini hampir tiap hari didatangi si kecil. Tentu tak ada yang kebetulan, semua yang terjadi di setiap waktu adalah ketentuan Allah yang telah tercatat dalam Lauh Mahfudz. 
Itulah alasan kenapa film ketika cinta bertasbih begitu berkesan, agar setiap waktu digunakan untuk berdzikir mengingat Allah. Sekaligus sebuah doa agar Allah selalu melindungi setiap kehidupan kami dan anak cucu keturunan kami, sebagaimana doa Nabi Zakaria dalam
QS. Maryam:15
"Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali."

Salut banget pada Kang Abik yang bisa menyatukan unsur fiksi dan religi menjadi jalinan cerita yang indah,  judul dan cerita yang nyambung serta filmnya juga sama dengan novelnya sehingga pesan cerita bisa tersampaikan.



 








Sumber Referensi:
http://www.wisatakhalifa.com/haji-dan-umroh/tawaf/

Komentar

  1. ada aja jalan untuk berjodoh, ya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, klo jodoh pasti bertemu :)

      Hapus
  2. ya rabbi... tak disangka-sangka ya mbak..
    jodohnya... ^_^

    BalasHapus
  3. terimakasih ya mbak atas pencerahannya, saya juga suka film ini, terimakasih juga atas partisipasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba evrina, smg sukses GA nya :)

      Hapus
  4. salam saya mau menshare situs tasbih karomah yang asli nih
    TASBIH KAROMAH, saya sudah buktikan dan hasilnya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. salam saya mau menshare situs tasbih karomah yang asli nih
    TASBIH KAROMAH, saya sudah buktikan dan hasilnya sangat bermanfaat
    salam saya mau bertanya apakah tasbih ini adalah
    TASBIH KAROMAH, saya sepertinya ingin
    mempunyai satu, oiya manfaat TASBIH
    KAROMAH
    apa saja ya kalo boleh saya tau

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

MENIKMATI EKSOTISME JEPARA DI PANTAI BANDENGAN DAN PULAU PANJANG