Tetap Produktif Sambil Mengasuh Anak-anak di Rumah

"Di rumah sambil sibuk apa?"
"Sayang ya keluar kerja, padahal anak saya pengen kerja di sana lho."
"Ada rencana kerja lagi tidak?"

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu sering sekali saya dengar, terutama saat awal-awal berhenti bekerja saat hamil anak pertama.  Meskipun bekerja adalah kewajiban para suami sebagai tulang punggung keluarga, tapi tidak bisa dipungkiri istri yang bekerja seringkali memiliki nilai lebih dimata keluarga maupun masyarakat. 

Tahun 2010, saya memutuskan berhenti bekerja saat hamil anak pertama. Dua tahun kemudian, tahun 2012, lahir anak kedua. Pada masa-masa itu, saya juga mengalami kegalauan akan kesibukan apa yang mesti dilakukan sembari mengasuh dua balita di rumah. Hingga akhirnya saya memilih menjadi reseller fashion muslim. Dengan memanfaatkan social media, saya melakukan promosi sedikit demi sedikit. Tidak semudah yang dibayangkan, bahkan 3-5 bulan pertama tidak ada transaksi sama sekali. Untungnya saya memiliki suami dan keluarga yang mendukung sehingga sedikit demi sedikit Online shop yang saya kelola mulai di datangi customer.

Dengan berikhtiar di rumah, keuntungannya saya bisa tetap mengasuh dan merawat anak-anak, menyiapkan segala keperluan suami dan anak-anak, memasak untuk mereka, merawat mereka saat sakit, menemani mereka bermain dan beraktivitas seharian, mengikuti setiap tumbuh kembang mereka, bisa menyalurkan hobi berkebun dan menulis, bisa beribadah dengan tenang dan bisa full setiap hari di rumah saat suami harus pergi dinas keluar kota. 

Sebenarnya kami pernah mendiskusikan bagaimana jika saya bekerja di luar rumah. Namun dengan kisaran gaji UMR, maka gaji akan habis untuk membayar pengasuh/asisten rumah tangga,transport dan makan, tidak sebanding dengan pengorbanan meninggalkan dua balita di masa pertumbuhan yang tidak mungkin  dilewatkan. Masa golden age saat mereka sedang belajar banyak hal, saat mereka mulai mengenal benar atau salah, saat mereka butuh perhatian penuh, saat mereka perlu orangtua yang mengerti, mencintai dan mendampingi. Sehingga bekerja di rumahpun menjadi pilihan saya saat ini.

Ibarat sepasang sayap, suami berikhtiar di luar rumah, saya berikhtiar di dalam rumah. Masing-masing dari kami berusaha menjalankan kewajiban semaksimal mungkin demi anak-anak dan keluarga. Kehidupan, kematian, jodoh dan rezeki setiap manusia sudah di atur oleh Allah. Kita hanya harus memaksimalkan ikhtiar/usaha sedangkan hasil di tangan Allah.
Selalu berusaha menjadi ibu yang baik untuk mereka
Karena sambil mengasuh anak, biasanya saya mengambil waktu malam hari untuk mengelola online shop atau menulis sebagai kontributor di sebuah majalah islam. Atau kadang saat si sulung berangkat sekolah TK, lalu saya bisa kerja sambil menemani si bungsu bermain. Untuk usaha online shop, fungsi gadget memang sangat membantu, setiap notifikasi dari social media bisa terupdate tanpa membuka komputer, tapi begitu saya pegang gadget kadang langsung buat rebutan anak-anak, jadi kadang saya pake jurus darurat, memakai gadget di dapur atau di jemuran agar aman dari jangkauan anak-anak. Hal ini membuat saya tak berani menjanjikan "fast response" pada onlineshop yang saya kelola mengingat kadang komputer atau gadget di pakai anak-anak untuk sekedar bermain puzzle atau membuka foto-foto mereka. Sebaliknya, saya sering meminta maaf pada customer karena tak bisa langsung mereson order atau pertanyaan-pertanyaan seputar produk.

Alhamdulillah, makin lama respon nya makin bagus :)

Dengan bekerja di rumah, saya juga belajar manajemen keuangan, agar rekening tidak sekedar menjadi tempat "numpang lewat" tapi bisa diketahui berapa pemasukan dan pengeluaran serta penghasilan yang didapat dari usaha di rumah. Meski jumlahnya tidak banyak tapi jika tercatat akan beda rasanya. Ini yang masih berusaha saya lakukan, karena masih banyak transaksi yang lewat tanpa tercatat. Tapi karena usaha sendiri jadi tak ada yang memarahi :)

Dengan bekerja di rumah, saya juga belajar manajemen waktu. Sebagai seorang ibu, istri yang punya usaha di rumah seringkali saya merasa "ada di rumah" padahal pikiran  kemana-mana. Kadang saya jadi terburu-buru mengerjakan pekerjaan rumah karena dikejar deadline. Inilah yang masih saya berusaha perbaiki, karena saya masih susah mengatur waktu yang ujung-ujungnya kadang terburu-buru. 

Agar usaha saya lebih maksimal, rasanya penting sekali membaca buku " Sukses Bekerja dari Rumah" agar bisa seperti judul bukunya, bisa sukses bekerja dari rumah. Membaca resensinya membuat saya gak tahan pengin baca buku ini agar bisa belajar manajemen waktu dan manajemen keuangan, belajar bagaimana memaksimalkan dan memanfaatkan jejaring dan pastinya belajar dari para perempuan sukses yang menginspirasi untuk terus semangat bekerja dari rumah.

Ibu saya pernah mengatakan, dengan memanfaatkan potensi diri dan kesempatan yang ada, menyalurkan minat dan hobi, apapun bentuknya seperti berdagang, berorganisasi, berkebun, memasak, menjahit, dan sebagainya, seorang istri dan ibu bisa lebih produktif sekaligus bahagia. Karena selain kewajiban mengurus keluarga, dirinya masih bisa mengembangkan diri sehingga memiliki kepercayaan diri, semangat hidup yang tinggi dan selalu berusaha berikir positif dalam menjalani kehidupan.






Komentar

  1. Suami ikhtiar di luar istri ikhtiar di rumah..
    Setuju mak...
    Demi anak2 n keluarga ya mak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, masing2 punya peran yg sama pentingnya dlm keluarga.
      terima kasih sudah berkunjung :)

      Hapus
  2. Bekerja tak harus diluar rumah ya mbak, meski menjadi pegawai menjadikan wanita lebih berharga di mata orang lain, namun saya rasa memutuskan bekerja di rumah adalah sebuah keputusan yang bijak bagi seorang ibu. Bukan tidak mungkin dari rumah kita mendapat penghasilan seperti layaknya pegawai kantoran, sukses dg lombanya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba, apalagi dg anak-anak kecil yg masih butuh perhatian. terimakasih, semoga sukses juga utk mbak yuni :)

      Hapus
  3. Selalu salut sama perempuan yg tetap eksis meski dari rumah, Semoga OLshop nya makin laris manis ya Mbak ^_^

    BalasHapus
  4. pingin suatu saat itu jadi kerjaan ku

    BalasHapus
  5. OLShop nya ada blog atau fb atau dimana mba?
    semangat juga ya mba...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

MENIKMATI EKSOTISME JEPARA DI PANTAI BANDENGAN DAN PULAU PANJANG