Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Kado Jilid 1

Gambar
contoh mobil remote control (gambar dari sini)
Gak terasa sudah setahun kami tinggal di rumah (kontrakan) ini. Isya sudah masuk TK kecil, dan Himda sudah bisa jalan. Di TK, Isya mendapat pelajaran tambahan ngaji Yanbu'a. Dia masih Jilid 1. Pelajarannya sepulang sekolah, biasanya Isya pulang jam 9.30 dan untuk hari rabu, kamis dan Jumat ada tambahan ngaji Yanbu'a dia pulangnya jam 10.30. Di rumah, setiap sore Isya juga ikut ngaji TPQ, disini menggunakan metode Qiroati, Isya masuk Jilid 1 dan belum juga selese. Kadang hujan, sempet mogok gak mau berangkat ke TPQ sampe hampir 3 bulanan, libur ngaji selama bulan ramadhan (diganti pengajian ramadhan) dan libur karena ustadzahnya melahirkan, selain itu tiap masuk dia gak pasti lulus. Jika ada yang belum bisa, harus diulang sampai bisa, sampai ustadzahnya menulis huruf L (lulus) di buku prestasinya. Karena kemampuan anak beda-beda, buat kami yang penting anak MAU berangkat mengaji. Pertolongan Allah, waktu dan proses belajar yang ya…

Pengen Kado Bento

Gambar
Bento, bekal yang unik dan menarik ( gambar dari sini)
Gak terasa sudah setengah tahun Isya (4,5tahun) masuk TK kecil. Karena di rumah dia jarang banget jajan, pas masuk sekolah saya selalu bikinkan dia bekal. Alhamdulillah Isya nurut aja dan selalu makan apapun yang saya bawakan. Suatu ketika, sekolah mengadakan pelajaran tambahan mengaji yang membuat pulangnya jadi lebih siang. Biasanya pulang jam 9.30 menjadi jam 10.30. Cuma 3 hari seminggu, tapi membuat saya jadi mikir kasian juga nih anak gak pernah jajan, jadi kadang saya tambah bekal uang Rp. 500 atau Rp. 1000, etapi Isya masih cuek dan pernah ilang duitnya dan anehnya dia gak merasa kehilangan malah minta" Gak usah bawa uang, bawa bekal aja deh." Okelah kalo begitu, dan betapa beruntungnya emaknya ini punya anak baik yang nurut dan selalu nrimo dan makan apapun bekalnya, dan gak ngiri meski temen-temenya pada beli jajan dan mainan di sekolah.
cetakan bento mobil (gambar dari sini )
Saya jadi kepengin banget punya bent…

Kado Terindah Dari Sahabat

Gambar
Tahun 2000. Saat itu kamar yang aku tempati di pondok sangat riuh, bayangin coba ada 60-70 anak sekamar. Semua belum saling mengenal. Ada yang masih ditunggui orang tuanya, ada yang masih cangguh, ada yang langsung ngerasa nyaman. Memang tiap anak punya motif berneda-beda untuk masuk pesantren. Blok I yang aku tempati berupa sebuah ruangan besar dengan lemari 2 tingkat yang berada disisi tembok. Masing-masing anak membawa kasur lipat, selimut dan bantal sebagai perlengkapan tidur. Disinilah kami makan, tidur, sholat, belajar, mengaji dan berkumpul bersama teman-teman tiap hari. Ada yang bertahan sampai lulus, ada pula yang tidak betah dan pindah ke sekolah lain. Sekali lagi, hidup di pondok memang beda.
Disinilah semua bermula, aku mengenalnya sebagai anak yang ramah dan periang. Kami biasa memanggilnya Aya. Ia tidak membawa kasur sehingga kami berbagi tempat tidur. Bapak ibu membawakanku kasur lipat tipis ukuran single bed yang aku pakai berdua dengannya. Meski tidak pernah sekelas,…

Di muat di 'Buah Hati' Republika: Membuat Taman Bermain di Rumah

Gambar
Pada tanggal 7 Januari lalu saya sempet kedap-kedip gak percaya waktu dapat email dari Leisure Republika. Hampir lupa pernah mengirim ke rubrik "Buah Hati " di Leisure. Saya mengirim tanggal 10 Oktober 2014, dan dapat kabar kalau sudah di muat tanggal 9 Desember 2014. Jadi pemberitahuannya kurang lebih sebulanan setelah naskah dimuat. Alhamdulillah, meski tidak memiliki versi cetaknya, redaksi mengirim bukti terbitnya. Ini tulisan saya sebelum diedit.