THR Membawa Berkah

Sebelum memasuki bulan ramadhan, membayangkan berpuasa sebulan penuh rasanya lamaaa sekali, tapi begitu dijalani, waktu terasa berlari. Tau-tau kita sudah memasuki 10 hari terakhir di bulan ramadhan. Menurut hadist dari Aisyah RA
 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ
“Pada 10 hari terakhir (di bulan Ramadhan) Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam lebih bersungguh-sungguh (dalam beribadah) melebihi hari-hari yang lainnya.” (HR. Muslim no. 1175)

Di dalam 10 hari terakhir ramadhan juga terdapat malam lailatul Qodar, malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Sehingga seharusnya kita bisa memanfaatkan moment 10 hari terakhir ramadhan dengan beritikaf, dan memperbanyak ibadah. Namun pada kenyataannya, mulai pertengahan ramadhan, jamaah masjid mulai berkurang. Shaf-shaf di masjid tak sebanyak pada awal ramadhan. Dan lihatlah, kompleks pertokoan, mall, pusat perbelanjaan mulai sesak dipenuhi pengunjung yang berbelanja kebutuhan lebaran.

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu stimulus meningkatnya sifat konsumtif pada masyarakat menjelang lebaran. Bagi sebagian masyarakat, moment lebaran adalah momen berkumpul bersama keluarga. Yang bekerja jauh di luar sana akan kembali ke kampung halaman. Dengan adanya THR kita bisa memiliki ongkos mudik berlebaran, dan membelikan oleh-oleh untuk keluarga. Libur yang dimulai menjelang lebaran membuat 10 hari terakhir ramadhan menjadi ramai di kompleks pertokoan, bukannya di masjid.
THR sendiri sudah diatur dalam PER.04/MEN/1994, dimana seseorang yang telah bekerja selama setahun atau lebih akan mendapat THR sebesar 1 bulan gaji. Lumayan banget lho ya, :)
Makanya menjelang lebaran mendapat THR merupakan saat yang ditunggu. Waktu saya baru bekerja, rasanya bangga banget menerima THR, bisa membelikan baju untuk orang tua (meski orang tua mampu membeli sendiri) dan bisa berbagi untuk keluarga. Senang rasanya bisa berbagi :)

Setelah menikah, keperluan untuk anak selalu yang utama. Jadi THR bisa dimanfaatkan untuk nyenengin anak, membelikan mereka baju baru, alat sholat, dan kue-kue khas lebaran.
Buat yang nerima THR dalam jumlah gedean, THR bisa juga untuk memperbaiki rumah, biaya sekolah anak, atau nambah-nambah biaya nikah :)

Namun, jangan lupa yang paling penting dan paling utama jangan melupakan zakat fitrah.
Zakat fitrah, menurut jumhur (mayoritas) ulama selain Hanafiyah, wajibnya adalah karena menyaksikan terbenamnya matahari hari terakhir Ramadhan. Sedangkan menurut Hanafiyah zakat fitrah ini wajib dikeluarkan karena menyaksikan terbitnya fajar tanggal 1 Syawal.
Jangan sampe udah beli baju baru, meja penuh hidangan nikmat tapi belum zakat. Karena dalam zakat ada hak saudara-saudara kita yang fakir miskin agar ikut bergembira di hari raya.  Meski berpuasa kadang kita masih sulit menjaga lisan dan perbuatan dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Nah disinilah zakat juga berfungsi untuk membersihkan jiwa kita

Adapun penerima zakat fitrah ini menurut QS. At - Taubah:60 ada 8 golongan.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu'allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan.” (Qs. At Taubah: 60)

Emang, berapa besar nilanya zakat?
Pada umumnya di negara kita zakat fitrah berupa beras 2,5 Kg untuk tiap orang. Sangat ringan dibandingkan dengan besarnya manfaat yang kita peroleh. Zakat fitrah yang diniatkan karena mengharap ridha Allah SWT akan membawa kebajikan bagi pemberi zakat dan dan keluarganya serta membawa keberkahan bagi hartanya.

So, syukuri THR dengan memanfaatkannya untuk kebaikan. Jangan lupa bayar zakat, berbagi dengan keluarga dan sesama, selain itu manfaatkan juga akhir-akhir ramadhan untuk bayak ibadah. Semoga rizki kita menjadi penuh berkah dan bisa bertemu ramadhan di tahun depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

MENIKMATI EKSOTISME JEPARA DI PANTAI BANDENGAN DAN PULAU PANJANG