SATU DASAWARSA MEMBANGUN BARTIM


Selayaknya dalam sebuah pemerintahan, tentu ada pemimpin dan yang dipimpin (rakyat). Seorang pemimpin pastinya memiliki kecakapan dalam memerintah suatu wilayah, dapat dipercaya (amanah), dan dapat melayani rakyat menuju masa depan yang lebih baik lalu meningkatkan kualitas daerah yang dipimpin menjadi lebih maju dan makmur.
                Meski belum pernah menginjakkan kaki di bumi Barito Timur (Tamiang Layang), saya banyak membaca dari berbagai media kemajuan yang telah dicapai oleh kabupaten yang terbentuk tahun 2002 ini. H. Zain Alkim merupakan bupati kedua yang menjabat di kabupaten Barito Timur.  Memimpin sebuah kabupaten otonom yang baru terbentuk dengan  10 kecamatan dan jumlah penduduk Kabupaten Barito Timur sekitar 96.820 jiwa dengan klasifikasi 49.845 laki-laki dan 46.975 perempuan serta jumlah Rumah Tangga sebanyak 25.697 KK (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010)
 Sebagai kepala daerah di daerah yang baru terbentuk, tentu harus mengawali pembangunan di daerah ini seperti melengkapi sarana dan prasarana  sebagai salah satu syarat penunjang pembangunan. Dalam 5 tahun pertama kepemimpinannya  pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan menjadi fokus utama. Pada tahun 2003, kantor Bupati dan kantor dinas lainnya yang masih terbuat dari kayu, dibangun secara memadai, begitu juga penambahan bangunan baru seperti ruah sakit, puskesmas, kantor kecamatan, rumah dinas pejabat , tenaga fungsional dokter, perawat dan sebagainya.
Pada tahap kedua, pembangunan jalan sebagai akses pembangunan desa-desa  yang jauh dari pusat pemerintahan dilakukan secara bertahap. Wajarlah jika diusung gerakan 10 tahun Bartim membangun menjabat. Selama beliau menjabat, beberapa hasil pembangunan yan telah dihasilkan diantaranya:
  • Pembangunan PLTU di Jaweten , diarahkan untuk krisis listrik rakyat, dimana Barito Timur belum sepenuhnya terpenuhi oleh jaringan listrik terutama di wilayah terpencil
  •  Pembangunan Bendungan Karau, untuk menampung debit air yang nantinya dapat digunakan untuk penyaluran air di wilayah Barito Timur ketika musim kemarau. Selain itu, Bendungan Karau dapat dijadikan wisata edukasi, khususnya sistim irigasi dan upaya    mengatasi krisis air.
  • Pembangunan kesehatan masyarakat melalui pembangunan berbagai gedung dan fasilitas kesehatan seperti RSUD Tamiang Layang, Puskesmas, Pustu, Posyandu, Posyandu Lansia dan lain-lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibidang kesehatan
  •  Pembangunan bidang pendidikan, diarahkan untuk meningkatkan kualitas SDM.
  •  Pembangunan infrastruktur, seperti kantor bupati, DPRD, Mantawara, pengadilan,
  • Bangi Wao/Bumi Perkemahan, dan sebagainya. Manfaat pembangunan infrastruktur adalah untuk jaminan ekonomi sektor publik dan sektor privat sebagai jaminan layanan fasilitas masyarakat Barito Timur agar perekonomian di Barito Timur dapat meningkat baik karena dengan adanya infrastruktur dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  • Pembangunan agro atau bidang pertanian, bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian di Barito Timur seperti karet, sawit, beras, dan lain-lain. Belum lama ini Barito Timur sukses dengan “Panen Raya” yang dapat meningkatkan suplai beras untuk wilayah Barito Timur. Tentunya hal tersebut sebuah pencapaian plus dari Barito Timur yang terkenal dengan hasil dari karet dan kelapa sawitnya. Harapan kedepannya, Barito Timur dapat meningkatkan pembangunan sektor Agro seperti pengadaan fasilitas untuk mengolah hasil dari beras, karet & kelapa sawit guna meningkatkan ekonomi masyarakat Barito Timur. Ketujuh, pembangunan ekonomi masyarakat, yang secara umum dapat dilihat dari pembangunan pasar modern, perbankan, dan lain-lain, yang dengan berbagai aktivitsnya berpengaruh pada peningkatan ekonomi masyarakat Barito Timur.
  • Pembangunan pariwisata dan seni budaya, yang mengarah pada potensi Barito Timur yang spesifik. Kemajuan dalam seni budaya, dapat dilihat dari keberadaan seni tari daerah dari Barito Timur yang terpublikasi secara umum serta dipentaskan di beberapa tempat di tanah air, seperti Bali, Makasar, Taman Mini Indonesia Indah ( TMII), dan bahkan tarian daerah Barito Timur tampil di luar negeri. Prestasi Tari Daerah Bartim juga dapat di lihat jelas dengan menjadi Juara II Festival Pelangi Nusantara XIII di Kutai Kartanegara sebagai wakil dari Kalimantan Tengah. Sedangkan pada bidang pariwisata dapat dilihat dengan adanya berbagai tempat wisata yang dibangun, seperti Rumah Betang (Rumah Adat Suku Dayak), Taman Anggrek, Taman Terbuka Hijau, dan sebagainya, dimana tidak hanya dimaksudkan sebagai tujuan wisata, tetapi juga untuk sosialisasi budaya dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kesembilan, pembangunan tempat ibadah, seperti Masjid Ampah Kota, Gereja di Tamiyang Layang dan sebagainya, serta pembangunan fasilitas tempat ibadah untuk aliran agama asli suku dayak yaitu Hindu Kaharingan. Dengan pembangunan tersebut diharapkan meningkatkan pembangunan spiritual masyarakat yang mengarah pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara positif dan konstruktif. Kesepuluh, pembangunan tambang, yang umumnya dibangun oleh investor swasta atau asing ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja. Di samping itu, pemanfaatan hasil tambang ini sangat menjanjikan terutama tambang emas dan batubara.
                Selama 10 tahun usia Kabupaten Barito Timur tentunya kita diingatkan kembali dengan Visi dari Kabupaten ini ketika berdiri yaitu “Terciptanya Tata Kehidupan Masyarakat Barito Timur yang Lebih Baik, Lebih Berkualitas, Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Beriman dan Bertakwa”. Sebagai daerah pemekaran dengan mayoritas penduduk menggantungkan hidup di sektor agro, kami harap pemerintah setempat bisa memfokuskan diri pada karakteristik daerah yang menjadi ciri khas dan keunggulan. Saat ini persediaan lahan di Barito timur dibagi dalam dua kawasan yaitu kawasan Hutan Lindung dan kawasan Budidaya. Kawasan Hutan Lindung seluas kurang lebih 13.000 Ha dan Kawasan Budidaya > 207.000 Ha. Gambaran fisik tersebut memperlihatkan bahwa potensi lahan di Bartim masih sangat luas untuk dijadikan lahan produktif, baik untuk kegiatan pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan dan energi, kehutanan, pemukiman, industri, transmigrasi, pariwisata, dll. Namun, menurut data statistik, mayoritas masyarakat di Barito timur bekerja di sektor pertanian, perkebunan dan kehutanan di mana dari total penduduk miskin mayoritas bekerja di sektor tersebut. Dalam periode kepemimpinan selanjutnya, semoga penduduk miskin di sektor ini terus berkurang mengingat karet dan kelapa sawit merupakan komoditi yang banyak dihasilkan di Barito Timur. Karena bagaimanapun peningkatan taraf hidup masyarakat merupakan salah satu indikator majunya suatu daerah. 
                    Kisruhnya dunia perpolitikan di Indonesia juga memberi kami harapan semoga Barito Timur sebagai kabupaten bru dapat mewujudkan sisem pemerintahan yang jujur dan bersih, dari level pejabat hingga rakyat.Hingga, semoga dalam pesta demokrasi yang tidak lama lagi akan berlangsung, Barito Timur menemukan sosok pemimpin yang dapatt memajukan daerah.Untuk pemimpin dan rakyat Barito Timur, teruslah membangun dan mensejahterakan rakyat agar Barito Timur sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia.


               

Komentar

  1. tulisan yang menarik .. good luck yah ^^

    bila berkenan mohon kunjungi ya >> http://jamalullailkingdom.blogspot.com/2013/02/barito-timur-gerbang-awal-menuju.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 KEHAMILAN, 3 PENGALAMAN MENAKJUBKAN

MENIKMATI EKSOTISME JEPARA DI PANTAI BANDENGAN DAN PULAU PANJANG